Kamis, 01 November 2018

VISITING DOCTOR JURUSAN PERBANKAN SYARIAH


Batusangkar, Kamis 1 November 2018 Jurusan Perbankan Syariah adakan kegiatan Visiting Doctor bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar. Pada kegiatan Visiting Doctor kali ini menghadirkan Narasumber  Bapak H. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol sekaligus juga pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah pada Bank Nagari Syariah.


Kegiatan yang  bertemakan “Perkembangan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) tentang Financial Technology (Fintech) dan E-Money” ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar Dr. Ulya Atsani, SH., M.Hum juga dihadiri oleh Wakil Dekan I, Kepala Bagian Tata Usaha dan beberapa Dosen di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta mahasiswa dari Jurusan Perbankan Syariah. 
Ulya Atsani dalam sambutannya mengatakan bahwa visiting doctor sudah menjadi tradisi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Batusangkar , minimal masing-masing jurusan melakukan 1 kali dalam 1 semester atau 2 kali dalam setahun. Selain itu dengan tema yang menarik Ulya menghimbau kepada mahasiswa agar memanfaatkan moment ini sebaik mungkin karena bisa saja dari pembahasan ini menjadi salah satu sumber rujukan untuk penulisan skripsi nantinya. 

Disamping itu Ahmad Wira sebagai narasumber mengatakan bahwa produk-produk perkembangan bank syariah merupakan pengembangan dari bank konvensional. Fintech dan E-Money boleh selagi tidak ada unsur gharar (ketidakjelasan), maisyir (bertaruh), tadlish (penipuan) dan spekulasi (pendapat/dugaan). Uang elektronik (e-money) syariah pertama di Indonesia hadir pada tahun 2016 produk tersebut bernama True Money.
Pada akhirnya Ahmad Wira menyimpulkan perkembang teknologi yang semakin maju menuntut zaman milenial untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut dengan syarat tetap mengikuti sesuai dengan syariah yang ada. Setiap produk yang dikeluarkan perbankan harus ada fatwa yang mengaturnya. (mo/dl)

SHARE THIS

Facebook Comment

0 komentar :